Pena Kreatif dan Inspiratif

"If I can help in any way, please don't hesitate to set a time to meet or leave your details and I'll get back to you."---"Jika saya bisa membantu dengan cara apapun, jangan ragu untuk atur waktu pertemuan atau tinggalkan pesanmu dan saya akan hubungimu kembali."

Tuesday, May 15, 2012

0

Materi Genre 5/ FIK-M Fasko UM Palangkaraya

  • Tuesday, May 15, 2012
  • Debu Yandi
  • Share


  • Bahan Pembelajaran 4 :
     (Pengelola, Pendidik Sebaya, Konselor Sebaya)

    TRIAD KRR : NAPZA


    I.      Konsep NAPZA
    NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropikadan Zat Adiktif lainnya. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya). NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) dan disuntik.

    II.    Tujuan
    A.   Tujuan Pembelajaran Umum (TPU):
    Setelah mempelajari materi ini, peserta diharapkan dapat memahami tentang Napza dalam lingkup Kesehatan Reproduksi Remaja.

    B.   Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK):
    Setelah mempelajari materi ini, peserta diharapkan dapat :
    1.    Menjelaskan dengan baik dan benar tentang pengertian, jenis-jenis, penyalahgunaan napza.
    2.    Mempraktikkan penyuluhan dan konseling.
    3.    Mempraktikkan cara pencatatan dan pelaporan penyuluhan dan konseling.

    III.   Jenis-jenis Napza
    A.   Narkotika
    1.    Pengertian
    Narkotika adalah zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya,digunakan secara medis atau disalahgunakan,yang mempunyai efek psikoaktif.


    2.    Golongan Narkotika
    Menurut UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, menjelaskan bahwa Narkotika dibedakan dalam 3 golongan sebagai berikut :
    a.    Narkotika golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : morfin,  opium, heroin, kokain dan ganja.
    b.    Narkotika golongan II : Narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan, digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : benzetidin, betametadol, petidin, turunan/garam dalam golongan tersebut.
    c.    Narkotika golongan III : Narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : kodein, metadon, naltrexon, garam-garam narkotika dalam golongan tersebut.

    B.   Alkohol
    Alkohol zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat.

    C.   Psikotropika
    1.    Pengertian
    PSIKOTROPIKA adalah zat-zat dalam berbagai bentuk pil dan obat yangmempengaruhi kesadaran karena sasaran obat tersebut adalah pusat-pusat tertentu di sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
    Sementara PSIKOAKTIVA adalah istilah yang secara umum digunakan untuk menyebut semua zat yang mempunyai komposisi kimiawi berpengaruhpada otak sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran,persepsi dan kesadaran.

    2.    Golongan Psikotropika
    Menurut UU No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, menjelaskan bahwa
    Psikotropika dapat dibedakan dalam 4 golongan sebagai berikut :
    a.    Psikotropika golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan Contoh : Lisergid (LSD), Tenosiklidina, Ekstasi.
    b.    Psikotropika golongan II : Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh : Amfetamina, Fensiklidina, Metakualon, Metilfenidat (ritalin), Sekobarbital.
    c.    Psikotropika golongan III : Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh : Pentobarbital, Pentazosina danFlunitrazepam.
    d.    Psikotropika golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh: Alprazolam, Bromazepam,Diazepam,Fenobarbital,Klobazam, Klonazepam, Klordiazepoksida, Nitrazepam (BK/Koplo,DUM,MG).

    D.   Zat Adiktif
    Zat Adiktif lainnya yaitu zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan seperti zat-zat solvent termasuk inhalansia (aseton, thinner cat, lem). Zat-zat tersebut sangat berbahaya karena bisa mematikan sel-sel otak. Zat adiktif juga termasuk nikotin (tembakau) dan kafein (kopi).

    IV.  Penyalahgunaan Napza
    Penyalahgunaan NAPZA adalah pemakaian NAPZA yang bukan untuk tujuan pengobatan atau yang digunakan tanpa mengikuti aturan atau pengawasan dokter. Digunakan secara berkali-kali atau terus menerus. Seringkali menyebabkan ketagihan atau ketergantungan baik secara fisik/jasmani, mental dan emosional. Menimbulkan gangguan fisik, mental, emosional dan fungsi sosial. NAPZA berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan dokter.Umumnya penyalahgunaan Napza digunakan berbarengan dengan zat-zat lain yang mempunyai efek yang berbeda.
    A.   Tahap pengguna
    Karena bermula dari rasa ingin tahu, senang-senang/hura-hura, seringkali pada awalnya pemakai berpikiran bahwa kalau hanya mencoba-coba saja tidak mungkin bisa jadi kecanduan/ketagihan. Kenyataannya, walaupun hanya coba-coba, derajat pemakaian tanpa disadari akan meningkat dan pada akhirnya akan menjadi sangat tergantung pada obat tersebut.
    Dalam hal pemakaian biasanya pemakai narkoba dapat dibedakan dalam:
    1.    Pemakai coba-coba
    Biasanya untuk memenuhi rasa ingin tahu atau agar diakui oleh kelompoknya.
    2.    Pemakai sosial/rekreasi
    Biasanya untuk bersenang-senang, pada saat rekreasi atau santai, umumnya dilakukan dalam kelompok.
    3.    Pemakai Situasional
    Biasanya untuk menghilangkan perasaan stress dan depresi (ketegangan, kesedihan, kekecewaan).
    4.    Pemakai Ketergantungan
    Pemakai ketergantungan adalah pemakai yang berulang dan mencari NAPZA sebagai sebuah kebutuhan sehari-hari, sehingga pemakai mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya.

    B.   Gejala Ketergantungan penggunaan NAPZA
    1.    Keinginan kuat (kompulsif) untuk memakai napza berulang kali.
    2.    Kesulitan mengendalikan penggunaan napza, baik dalam usaha menghentikan maupun mengurangi tingkat pemakaiannya.
    3.    Terjadi gejala putus zat jika pemakaiannya dihentikan atau jumlah pemakaiannya dikurangi.
    4.    Toleransi : jumlah napza yang diperlukan semakin besar, agar diperoleh pengaruh yang sama terhadap tubuh.
    5.    Mengabaikan alternatif kesenangan lain dan meningkatnya waktu yang digunakan untuk memperoleh napza
    6.    Terus memakai, meskipun disadari akibat yang merugikan.
    7.    Menyangkal artinya tidak mengakui adanya masalah, padahal ditemukan narkoba, alat pemakaian dan gejala menggunakan napza.

    C.   Faktor penyebab
    Faktor penyebab remaja rentan terhadap penyalahgunaan NAPZA dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
    1.    Faktor Internal
    Faktor internal dapat dipengaruhi oleh kepribadian dan kondisi kejiwaan yang labil pada seseorang.
    Faktor internal penyebab penyalahgunaan NAPZA antara lain:
    a.    Lemahnya kepribadian
    Kesulitan remaja mengembangkan kepribadian dapat menghambat proses sosialisasi. Manifestasi lemahnya kepribadian ini menyebabkan timbulnya tingkat emosional yang labil, sehingga sifat toleransi stres pun rendah.
    b.    Kurang percaya diri, gangguan emosi, mudah menyerah dan kurang memiliki daya juang dalam mengatasi masalah.
    c.    Perkembangan emosi yang tidak stabil dalam menghadapi tekanan atau masalah dapat menyebabkan remaja berperilaku menyimpang.
    d.    Tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang permisif (daya adaptasi rendah).
    2.    Eksternal
    Faktor eksternal sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan disekitarnya.
    Faktor eksternal penyebab penyalahgunan NAPZA antara lain:
    a.  Situasi permisif yang memungkinkan seseorang untuk menggunakan NAPZA di waktu luang (seperti tempat rekreasi, diskotik, pesta ulang tahun, dll).
    b.  Lingkungan pergaulan yang bebas.
    c.   Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya.
    d.  Keinginan untuk diterima oleh kelompok dansolidaritas kelompok.
    e.  Pengaruh media (cetak dan elektronik).
    3.    Zat dalam Napza
    Ketika seseorang sudah terbiasa menggunakan NAPZA, secara fisik dan psikologis orang tersebut tidak dapat lagi hidup normal, karena tingkat ketergantungan orang tersebut terhadap zat dalam NAPZA sangat tinggi.
    Secara fisik, ia akan merasa kesakitan dan tidak nyaman secara terus- menerus, bila tidak menggunakan NAPZA. Kesakitan dan penderitaannya hanya akan hilang ketika ia menggunakan NAPZA.
    Secara psikologis, ia membutuhkan rasa nyaman yang biasa dirasakan ketika zat-zat tersebut bereaksi dalam tubuhnya. Zat-zat yang memberikan "kenyamanan" bagi pengguna, mendorong terjadinya pemakaian berulang-ulang dan berkepanjangan yang akhirnya menyebabkan ketergantungan.

    D.   Dampak penyalahgunaan NAPZA
    1.    Fisik
    Dampak penyalahgunaanNAPZA bagi tubuh manusia tergantung pada jenis, dosis, frekuensi dan cara penggunaan Napza.
    Penyalahgunaan NAPZA akan mengakibatkan komplikasi pada seluruh organ tubuh atau bahkan kematian,yaitu :
    a.    Gangguan pada sistim syaraf (neurologis) seperti kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
    b.    Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti infeksi akut otot jantung, ganguan peredaran darah.
    c.    Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti : pernanahan, bekas suntikan, alergi.
    d.    Gangguan pada paru-paru seperti : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
    e.    Gangguan pada darah : pembentukan sel darah terganggu.
    f.     Gangguan pencernaan (gastrointestinal) : mencret, radang lambung dan kelenjar ludah perut, hepatitis, perlemakan hati, pengerasan dan pengecilan hati.
    g.    Gangguan sistim reproduksi seperti gangguan fungsi seksual (mandul, impotensi), menstruasi yang tidak teratur dan cacatpada janin.
    h.    Gangguan pada otot dan tulang seperti peradangan otot akut dan penurunan fungsi otot (akibat alkohol).
    i.      Terinfeksi virus Hepatitis B serta HIV akibat pemakaian jarum suntik berganti-gantian.
    2.    Psikologis
    Dampak secara psikologis atau kejiwaan yang sering dialami oleh pengguna NAPZA antara lain: paranoid, gelisah, hiperaktif, curiga, agresif, emosional, introvert, anoreksia dan insomnia.
    3.    SosialEkonomi
    Dampak secara sosial ekonomibagi pengguna NAPZA antara lain :
    a.    Keluarga
    Suasana nyaman dan tentram terganggu, keluarga resah dan malu karena barang berharga sering hilang, anak menjadi sering berbohong, mencuri, menipu bersikap kasar dan acuh tak acuh terhadap urusan keluarga.
    b.    Sekolah
    Napza merusak disiplin dan motivasi dalam proses belajar mengajar di sekolah. Hal tersebut ditunjukkan dengan penurunan prestasi belajar, lebih banyak membolos dan menciptakan iklim acuh tak acuh di lingkungannya.
    c.    Tempat Tinggal dan Masyarakat
    Lingkungan tempat tinggal atau masyarakat yang rawan terhadap penyalahgunaan napza dan tidak memiliki daya tahan, akibatnya akan mengganggu ketertiban dan keamanan dilingkungannya.

    V.   Praktik Penyuluhan dan Konseling
    A.   Persiapan
    1.    Membagi peserta menjadi beberapa kelompok
    2.    Menyiapkan beberapa kasus/materipenyuluhandan konseling

    B.   Pelaksanaan
    Masing-masing kelompok memperagakan praktik penyuluhan dan konseling


    C.   Evaluasi
    1.    Cara memberikan penyuluhan dan konseling
    2.    Sikap penyuluh dan konselor
    3.    Penguasaan materi penyuluh dan konselor

    VI.  Cara Pencatatan dan Pelaporan Penyuluhandan Konseling
    A.   Jenis Formulir (Formulir terlampir)
    B.   Cara Pengisian Formulir (Terlampir)

    Comments
    0 Comments

    0 Responses to “Materi Genre 5/ FIK-M Fasko UM Palangkaraya”

    Post a Comment

    Terima Kasih Bersedia membaca dan berkomentar; Dimohon berkomentar dengan sopan, dan penuh senyum.. Salam Blogger

    Headline News

    Followers

    [Make Your Own] by Kusyarif Blogs | [Close]

    Subscribe